Monday, June 30, 2008
Pindah pindah pindah..
...Wuahhh, dengan berat hati ni pindah ke rumah yang baru soalnya yang mau nimbrung juga banyak. Ketemu di sana ya..
Monday, November 12, 2007
Bubur Pereda Sakit Tenggorokan

Suami saya sakit! Radang amandelnya kambuh lagi kali ini lebih parah karena amandelnya yang sedang meradang dan bengkak dipenuhi oleh 'jamur'. Sebenarnya amandelanya memang sudah membengkak jauh dari ukuran normal. Dokter bilang sudah 'stadium 3', membengkak sedikit lagi saja kemungkinannya harus dioperasi. Tapi kali ini masih bisa diobati, dokter menganjurkan untuk melakukan terapi pengobatan herba seperti sambiloto dan habatusaudah. Saya berharap bisa membaik karena syerem juga kalau harus operasi walau operasi ringan sekalipun.
Selama suami sakit sebenarnya ada perasaan senang juga. Bukan karena sakitnya tapi karena hal itu 'memaksa'nya untuk istirahat di rumah selama beberapa waktu. Saya jadi senang karena tidak sendirian di rumah dan ada teman untuk berbincang-bincang di siang hari. Hahaha :p
Tapi yah tentunya ada perasaan khawatir juga, jadi saya berusaha sebaik-baiknya untuk membuatnya merasa lebih baik. Dokter juga menyarankan untuk menyembuhkan infeksi jamurnya dengan terapi jus buah. Jadi saya memborong beberapa jenis buah untuk dibuah jus. Ia juga menganjurkan untuk membuatkan bubur jahe sereh sehingga hangat untuk tenggorokan yang sedang meradang dan juga aman untuk lambung yang sedang bermasalah.
Bubur Jahe Sereh
bahan:
- 1/2 cangkir beras
- 500 ml kaldu ayam
- 1 batang sereh
- 1 ruas jari jahe
- 1/2 sdt garam
cara membuat:
- masak beras dalam air kaldu masukkan sereh, jahe, garam
- aduk sesekali supaya tidak hangus
- biarkan air berkurang agak banyak tetapi jangan biarkan mengering
- matikan api
Suami saya suka menyantap buburnya agak cair kental seperti sup jadi lebih mudah menelannya berhubung tenggorokkannya sedang sakit.
gud lak!
BlackTops Brownies
Sudah lama sekali saya tidak membuat brownis. Jadi beberapa waktu lalu saya menyempatkan waktu untuk membuatkan satu loyang kue coklat bantat itu untuk suami yang sudah merequestnya berpuluh juta kali.

Coklat masak batangan yang sudah saya siapkan sebelumnya diatas meja hilang! Setelah beberapa saat mencari dan mulai berpikir untuk membuat kue lain tanpa coklat, saya mendekati si kecil yang sedang asyik bermain di ruang tivi. Wuahahaha, pantas saja ia tidak rewel dan 'anteng' karena ternyata sedang menggerogoti coklat batang yang sedang saya cari. Mulutnya belepotan dan ia tertawa sambil memperlihatkan coklat yang ada ditangannya. Dasar Pimbil!
Ia marah sewaktu saya mengambil coklat itu jadi saya terpaksa membuat brownis dengan diikuti anak kami yang merengek meminta coklatnya kembali.
Brownis BlackTop
bahan:
Setelah kue matang dan didinginkan dalam kulkas, saya menyajikannya setelah suami pulang dari kantor. Anak kami ternyata menyukainya. Kata suami saya, 'De, tahu ngga.. brownisnya mama adalah yang paling enak sedunia'. Hehehe jadi ge er :D

gud lak!

Coklat masak batangan yang sudah saya siapkan sebelumnya diatas meja hilang! Setelah beberapa saat mencari dan mulai berpikir untuk membuat kue lain tanpa coklat, saya mendekati si kecil yang sedang asyik bermain di ruang tivi. Wuahahaha, pantas saja ia tidak rewel dan 'anteng' karena ternyata sedang menggerogoti coklat batang yang sedang saya cari. Mulutnya belepotan dan ia tertawa sambil memperlihatkan coklat yang ada ditangannya. Dasar Pimbil!
Ia marah sewaktu saya mengambil coklat itu jadi saya terpaksa membuat brownis dengan diikuti anak kami yang merengek meminta coklatnya kembali.
Brownis BlackTop
bahan:
- 100 gr mentega/margarin di tim bersama 150 gr coklat masak (dark chocolate) setelah mentega dan coklat mencair, matikan api
- masukkan 175 gula pasir, aduk sampai gula larut
- masukkan 4 butir telur, aduk rata
- masukkan 150 tepung terigu, aduk rata
- tuang setengah adonan ke dalam loyang persegi yang sudah diolesi mentega dan dialasi kertas roti
- taburi dengan 200 gr keju parut
- tuang sisa adonan brownis
- terakhir, tutup permukaan brownis dengan parutan 100 gr coklat masak (dark chocolate)
- kukus selama kurang lebih 45 menit
Setelah kue matang dan didinginkan dalam kulkas, saya menyajikannya setelah suami pulang dari kantor. Anak kami ternyata menyukainya. Kata suami saya, 'De, tahu ngga.. brownisnya mama adalah yang paling enak sedunia'. Hehehe jadi ge er :D

gud lak!
Menu untuk Si Pipi Gembil (2)
Sup Tahu
bahan:
- 1 potong tahu putih atau 1 tahu cina di potong dadu
- daun bawang di rajang halus
- 1 bungkus soun
- 1/2 sdt garam
cara membuat:
- tahu dan daun bawang di rebus dalam panci
- rebus selama kurang lebih 5 menit setelah itu masukkan soun dan garam, aduk rata, masak sebentar lalu matikan api

Semur Telur
bahan:
- 2 telur ayam
- 1 buah wortel dipotong korek api
- bawang bombay diiris halus
- 1/2 sdt garam
- 1/2 sdm kecap manis
- 1/2 sdm mentega/margarin
cara membuat:
- panaskan mentega/margarin
- tumis irisan bawang bombay sampai layu
- masukkan wortel, 1/2 cangkir air, garam, dan kecap
- masak wortel sampai agak lunak
- ceplokan telur dalam rebusan wortel
- aduk sedikit
- matikan api setelah telur matang
Nasi Tim Ayam
bahan:
- 1/2 cangkir beras
- 1/2 potong dada ayam dicincang kasar
- 5 buah jamur kancing
- bawang bombay diiris halus
- bawang daun dirajang halus
- 1/2 sdt garam
- 1/2 sdm kecap manis
- 1/2 sdm mentega/margarin
cara membuat:
- masak beras dalam 2 cangkir air
- aduk supaya tidak hangus, biarkan air agak mengering, matikan api
- masukkan nasi setengah matang tersebut dalam wadah tahan panas, sisihkan
- panaskan mentega/margarin
- tumis irisan bawang bombay sampai layu
- masukkan ayam, jamur, dan 1 cangkir air
- masak sebentar lalu masukkan daun bawang, garam dan kecap
- masak sampai air agak berkurang
- matikan api, masukkan ayam kecap tersebut dalam wadah yang berisi nasi setengah matang yang telah disiapkan sebelumnya
- kukus selama kurang lebih 30 menit
Beberapa menu di atas adalah menu tanpa sayur yang dihindari selama anak mengalami diare, sedikit sayuran dan susu. Kapan-kapan kita coba menu sarat sayur mayur ya :)
gud lak!
Monday, October 22, 2007
Menu untuk Si Pipi Gembil (1)
Woalah ngga kerasa sudah sekian bulan saya ngga cerita-cerita soal masak-masak dan makanan-makanan juga sudah ke sekian juta minggu saya ngga bersentuhan dengan dunia maya. I feel blue...
Ngga ada halangan atau alasan yang pasti sebenarnya untuk bergembira ria di depan komputer menulis hal-hal menarik yang biasa saya dapatkan di sekitar dapur atau di seputar meja makan. Cuma persoalan waktu dan masalah emosi yang turun naik yang sayangnya seringkali membuat saya kehabisan ide dan tenaga padahal tangan siap di atas keyboard. I feel lost..

Anak kami menginjak usia 17 bulan. Usia yang sensitif dari banyak sisi. Sisi psikologi, sisi motorik, dan terutama sisi biologis/fisik. Saat ini saya sedang digundahkan oleh masalah pencernaan yang sedang dialami si kecil.
By the way, saya sedang hamil lagi. Sekarang menginjak usia 18 minggu. Tuhan mengabulkan doa saya (ALLAH Maha Mendengar karena saya berdoanya dalam hati itu pun sembunyi di hati yang terdalam). Saya berharap untuk memiliki anak kedua sebelum usia 30 tahun.
Okay, kembali ke masalah pencernaan anak kami tadi. Keinginan saya membatasi asupan si kecil dengan diet BRATY (Banana, Rice cereal, Applesauce, Unbutered Toast, dan Yoghurt) baru sampai pada tahap rencana karena mungkin saya kurang telaten atau karena tidak tega memberi makan si kecil hanya nasi tanpa lauk jadi saya memutuskan memberinya makanan dan minuman yang normal-normal saja dengan mengurangi bahan yang berbahan susu dan sayuran di dalamnya.
tahu kukus
bahan:
cara membuat:
makaroni skutel
bahan:
cara membuat:
bersambung...
(NB: oh ya, sekarang saya dan wicak sedang getol juga di proyek baru MasukDapur: The Comic.)
Ngga ada halangan atau alasan yang pasti sebenarnya untuk bergembira ria di depan komputer menulis hal-hal menarik yang biasa saya dapatkan di sekitar dapur atau di seputar meja makan. Cuma persoalan waktu dan masalah emosi yang turun naik yang sayangnya seringkali membuat saya kehabisan ide dan tenaga padahal tangan siap di atas keyboard. I feel lost..

Anak kami menginjak usia 17 bulan. Usia yang sensitif dari banyak sisi. Sisi psikologi, sisi motorik, dan terutama sisi biologis/fisik. Saat ini saya sedang digundahkan oleh masalah pencernaan yang sedang dialami si kecil.
By the way, saya sedang hamil lagi. Sekarang menginjak usia 18 minggu. Tuhan mengabulkan doa saya (ALLAH Maha Mendengar karena saya berdoanya dalam hati itu pun sembunyi di hati yang terdalam). Saya berharap untuk memiliki anak kedua sebelum usia 30 tahun.
Okay, kembali ke masalah pencernaan anak kami tadi. Keinginan saya membatasi asupan si kecil dengan diet BRATY (Banana, Rice cereal, Applesauce, Unbutered Toast, dan Yoghurt) baru sampai pada tahap rencana karena mungkin saya kurang telaten atau karena tidak tega memberi makan si kecil hanya nasi tanpa lauk jadi saya memutuskan memberinya makanan dan minuman yang normal-normal saja dengan mengurangi bahan yang berbahan susu dan sayuran di dalamnya.
tahu kukus
bahan:
- 4 potong tahu kuning/putih atau 1 tahu cina di cincang kasar
- rajangan daun bawang
- 1 buah telur ayam
- 1/2 sdt garam
cara membuat:
- semua bahan yang telah disiapkan diaduk rata dalam wadah tahan panas
- kukus selama kurang lebih 5 menit
makaroni skutel
bahan:
- 1 siung bawang putih rajang halus
- 1 buah wortel yang diiris kecil-kecil (potongan dadu kecil)
- 1 buah telur ayam
- 50 gr (kurang lebih 2 sdm) ayam cincang
- 1/2 sdt garam dan 1/2 sdt gula pasir
- 100 gr makaroni yang sudah direbus
- 50 gr keju cheddar parut
cara membuat:
- masak ayam cincang bersama wortel dan bawang putih dengan 1/2 gelas air biarkan ayam matang dan wortel melunak
- masukan rajangan daun bawang
- masukkan garam dan gula, aduk rata masukan makaroni, aduk rata
- matikan api lalu masukkan telur
- masukan semua bahan yang telah dimasak dalam wadah tahan panas dan tambahkan parutan keju di atasnya
- kukus selama kurang lebih 5 menit
bersambung...
(NB: oh ya, sekarang saya dan wicak sedang getol juga di proyek baru MasukDapur: The Comic.)
Subscribe to:
Posts (Atom)

